• Halaman

  • Kategori

MENU PEMBELAJARAN PAUD BUDAYA LAMAHOLOT

Oleh. Cyprianus G. Rendra Tukan,S.Pd

Pamong Belajar SKB Flores Timur

A   Pengantar

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) pada saat ini diakui menjadi tahapan penting dalam pendidikan anak seperti tertuang dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. PAUD itu sendiri merupakan upaya pembinaaan yang ditujukan bagi anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut.

Pendidikan anak usia dini merupakan salah satu bentuk penyelenggaraan pendidikan yang menitikberatkan pada peletak dasar ke arah pertumbuhan dan perkembangan fisik yakni koordinasi motorik halus dan kasar ,kecerdasan yakni daya pikir, daya cipta, kecerdasan emosi, serta kecerdasan spiritual. Dalam mengapai harapan anak usia dini yang sehat, cerdas,  ceria dan mandiri, tentunya melalui proses pendidikan, dimana salah satu komponen utamanya adalah pedoman /acuan kegiatan bermain yang memuat serangkaian stimulasi untuk mengoptimalkan pertumbuhan dan perkembangan anak secara holistik.  Pada program PAUD telah disusun Acuan Menu Pembelajaran pada Pendidikan Anak Usia Dini yang dikenal dengan  Menu Pembelajaran Generik secara nasional. Acuan ini sudah digunakan oleh semua PAUD baik Formal maupun Nonformal serta Informal di seluruh Indonesia. Acuan ini tidak bisa bersifat patent artinya bisa dikembang sesuai dengan karakteristik masing-masing daerah.

Penulis  mengamati kehidupan sosial budaya setempat  serta perkembangan bangsa yang memiliki  kemajemukan budaya yang menjadi pilar pembangunan yang akhir-akhir ini semakin ditinggalkan ( baca : tidak dikenal ) oleh generasi muda karena lebih mengikuti budaya asing yang lagi “ngetrend” .Kenapa  hal ini bisa terjadi? Jawaban yang tepat adalah  kita tidak punya  sarana Pengembangan dan pembinaan budaya secara baik dan tetap. Mencermati fenomena ini Penulis  sebagai pengelola PAUD dalam hal ini Pamong Belajar  yang mengurus PAUD Binaan UPTD SKB Flores Timur, merasa prihatin dengan keadaan ini dan berusaha menolong generasi muda yang adalah  penerus bangsa agar tidak kehilangan arah hidup .

Langkah nyata dalam menolong serta mengurangi keterpurukan realitas kehidupan social yang telah digambarkan diatas , penulis   membuat  Menu Pembelajaran PAUD  Budaya Lamaholot (  Flores Timur) bagi anak usia dini sehingga  anak  dapat mengenal dan mencintai budaya sendiri dengan baik sejak dini. Hal ini  dapat  menunjang pencapaian Visi dan Misi Pembangunan Kabupaten Flores Timur yang berbasis budaya.

.   Menu pembelajaran budaya Lamaholot ini telah digunakan dalam proses pembelajaran PAUD Non Formal ( Kelompok Bermain) yang dibina oleh UPTD Sanggar Kegiatan Belajar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur . Hal ini sesuai  dengan tugas dan fungsinya dalam mengembangkan PAUD percontohan  ,dimana masyarakat dapat melihat, belajar dan boleh mengembangkan di wilayahnya sehingga mutu layanan pendidikan anak usia dini semakin hari semakin  ditingkatkan, sehingga dapat menghasilkan Sumber Daya Manusia yang unggul.

B. Menu Pembelajaran  PAUD  Budaya Lamaholot

Apa itu menu pembelajaran PAUD Budaya Lamaholot ? Menu pembelajaran  PAUD Budaya lamaholot adalah seperangkat rencana dan   pengaturan kegiatan pengembangan dan pendidikan budaya Lamaholot yang dirancang sebagai pedoman dalam menyelenggarakan kegiatan pendidikan untuk mengenal dan mencintai budaya lamaholot. Dengan adanya  Menu pembelajaran ini para pendidik PAUD  diharapkan berkreasi mengembangkannya di sentra budaya dimana anak  menari, menyanyi dan berceritera serta bermain peran tentang ceritera rakyat sehingga mereka mengenal dan mencintai budaya sejak dini. Ada berbagai ceritra rakyat Lamaholot yang mengandung nilai edukasi seperti  Contoh :  ceritera rakyat asal mula padi ’Tonu Wuju Besi  Pare”. Dalam ceritera tersebut si-Ema (tokoh) yang mengorbankan dirinya  sebagai persembahan(dibunuh) bagi saudara-saudaranya. Setelah berceritera anak dinasihti /diminta untuk selalu menghargai makanan (nasi) dengan tidak membuang nasi dan jika makan sampai selesai,  ceritera  lain asal mula ”Air Bama”  juga butuh pengorbanan seorang gadis, ketika selesai berceritera pendidik memberikan nasihat dan penguatan kepada anak agar bisa menghargai air dengan menghemat air dan tidak mebuang-buang air. Inilah  beberapa nilai-nilai pendidikan   (Education  Value) yang  diambil dari   budaya lokal sehingga memperkaya nilai hidup anak tersebut,  selain mengenal budayanya sendiri.  Penulis mengangkat budaya  Lamaholot menjadi materi dalam Menu pembelajaran PAUD. Adapun Menu materi pembelajaran itu  antara lain:

1. Tarian Daerah :

  • Tarian Hedung : tarian untuk menyatakan kegembiraan menyambut   pahlawan yang menang dalam peperangan (dulu )dan sekarang digunakan untuk menyambut tamu kehormatan yang berkunjung.
    • Tarian Dolo-Dolo : tarian yang menyatakan kegembiraan dan        persahabatan.
    • Tarian  Murong Ae     :  tarian untuk menyambut tamu.
      • Tarian  Sole Oha : tarian yang menyatakan kegembiraan dan juga mendeskripsikan     tingkah    laku sesesorang dalam bentuk nyanyian.
      • Tarian Soka Todok  : tarian yang menyatakan kegembiraan menyambut tamu.

2.  Lagu Daerah :

  • Bale Nagi
  • Lau Ole Lau wura
  • Doan  Kae
  • Sayang Kiden
  • Sayang Go Binek

3. Ritual Adat Lamaholot yang  menyatakan siklus kehidupan manusia dari kelahiran  ,perkawinan ,   mata pencaharian dan kematian

  • Upacara kebun baru
  • Memetik hasil kebun/ladang
  • Upacara Perkawinan
  • Upacara Kematian

4. Cerita Rakyat :

  • Tonu Wujo Besi Pare  (Asal mula padi)
  • Ula Lenggau
  • Asal mula Air Bama
  • Batu Payung
  • Danau Asmara (Waibelen)
  • Kopong Dei  Batu Bedaong

F Sasaran menu Pembelajaran PAUD lamaholot

Menu pembelajaran ini  bisa digunakan untuk warga belajar PAUD baik Formal maupun Nonformal. Untuk diketahui  bersama Menu Pembelajaran ini sudah digunakan oleh  Kelompok Bermain Binaan UPTD SKB Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Flores Timur yakni Kelompok Bermain Sandominggo, Kelompok Bermain Tunas Harapan, Kelompok Bermain Gonsalu dan Kelompok Bermain Hali Nala Watan.

B.  Tujuan

Adapun tujuan daripada  menu pembelajaran PAUD Budaya Lamaholot    adalah:

Tujuan  umum agar anak-anak  dapat tumbuh sehat, cerdas dan mandiri dalam memasuki kehidupan  selanjutnya.

Tujuan khusus agar anak -anak    dapat mengenal dan mencintai   budaya     sendiri  dengan baik sejak dini

C. Dampak adanya Menu pembelajaran PAUD Budaya Lamaholot

Dengan kehadiran Menu Pembelajaran PAUD Budaya Lamaholot yang sudah  digunakan memberikan  dampak dalam kehidupan bermasyarakat yang  terlihat ( Positif ) yakni :

FDampak Sosial Budaya

Ditengah arus perubahan jaman yang memberikan berbagai dampak negatif bagi kehidupan sosial budaya dimana dengan menerapkan menerapkan menu pembelajaran berbasis budaya ini, memberikan angin segar perubahan dalam kehidupan sosial budaya .Dimana dengan menu pembelajaran ini akan memberikan perubahan yang nyata dikemudian hari karena telah mengenal dan mencintai budaya sejak dini. Selain itu kebudayaan lokal (baca: budaya Lamaholot) bisa eksis dan dikenal luas oleh semua kalangan. Hal lain yang timbul adalah masyarakat sekitar kelompok bermain menghargai kehadiran   PAUD baik Formal maupun Non Formal ini . Hal ini dibuktikan dengan semakin banyak masyarakat mendaftarkan anaknya pada kelompok bermain yang ada. Masyarakat juga secara bahu membahu membantu penyelenggaraan Program PAUD dengan memberikan sumbangan ide dan materi demi kelancaran kegiatan pembelajaran PAUD.

F Dampak Lingkungan

Dengan adanya kehadiran PAUD baik Formal maupun Non Formal yang menggunakan Menu Pembelajaran Budaya Lamaholot memberikan nilai edukasi bagi masyarakat umum,  pendidik PAUD ,penyelenggara/ pengelola PAUD  untuk mengembangkan menu pembelajaran ini  ke kelompok  bermain ataupun satuan PAUD sejenis lainnya.

E Kesimpulan

Menu pembelajaran PAUD berbasis budaya yang disebut Menu Pembelajaran Budaya Lamaholot yang dikembangkan ini sangat membantu pertumbuhan dan perkembangan anak usia dini baik dari aspek moral dan nilai-nilai agama, fisik, bahasa, kognitif, sosial emosional serta seni. Semua aspek ini dapat  merangsang semua kecerdasan dalam diri anak termasuk kecerdasan budaya  sehingga mereka dapat tumbuh sehat ,cerdas ,ceria dan mandiri dalam menapaki kehidupan selanjutnya. Diharapkan para pendidik PAUD  secara profesional berkreasi mengembangkannya ditempat pembelajaran dengan metode bermain sambil belajar ,bercerita dan bernyanyi pada sentra budaya

B. Saran

Berkaitan dengan penerapan Menu Pembelajaran Budaya Lamaholot ini, maka penulis  menyarankan beberapa hal sebagai berikut :

  1. Menu pembelajaran berbasis budaya seperti ini, dapat dikembangkan sesuai      potensi dan karakteristik budaya lokal masing-masing daerah .
  2. Perhatian pemerintah daerah dalam pembangunan  pengembangan budaya lokal semakin ditingkatkan dalam rangka pelestarian budaya lokal yang merupakan budaya nasional bangsa Indonesia
  3. Perlu adanya kerjasama yang baik  antara pemerintah daerah dan lembaga sosial kemasyarakatan dalam mengembangkan budaya lokal.
  4. Pendidik PAUD perlu kreatif dalam menciptkan suasana pembelajaran yang aktraktif,inovatif dan menyenangkan.

Mari kita  berlomba-lomba  memberikan yang terbaik bagi anak harapan masadepan.

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: