• Laman

  • Kategori

PAMONG BELAJAR DALAM PERSPEKTIF KEMITRAAN BILATERAL PEMERINTAH DAN MASYARAKAT FLOBAMORA

Oleh : Elias Fanggidae

Dalam sebuah komunitas masyarakat madani dan dalam konteks kehidupan kekinian yang sementara kita jalani, baik selaku masyarakat biasa, kaum cendikiawan, intelektual, rohaniawan serta apapun status sosial yang melekat pada diri seseorang  maka yang pasti akan kita rasakan/temui sebuah sinyalemen, pendapat  (opini)yang seolah mengatakan bahwa antara pemerintah dan masyarakat merupakan satu kesatuan kemitraan bilateral yang tidak mungkin dapat dipisahkan oleh siapapun dan dengan gaya apapun karena hubungan antara pemerintah dan masyarakat bagaikan dua sisi mata uang.Hal itu perlu kita ingat kembali bahwa kemitraan itu terjadi/dibangun sejak terbentuknya sebuah pemerintahan dan ini merupakan sebuah hal ichwal yang tak bisa kita pungkiri dan hindari.. Dalam perjalanan panjang berbangsa dan bernegara/bermasyarakat dalam wilayah NKRI  selalu kita menghendaki(berobsesi} agarantara pemerintah dan masyarakat bisa terjalin sebuah harmonisasi yang langgeng secara bilateral antara masyarakat dan pemerintah. Simbiosis Mutualisme merupakan dua suku kata yang kita tahu arti atau maknanya yakni terjalinnya sebuah hubungan atau relasi yang pada gilirannya saling menguntungkan atau dengan kalimat yang lain : Hubungan Bilateral (hubungan timbal-balik yang saling menguntungkan). Pada tulisan ini saya sengaja menggandengkan beberapa sukukata sebagai topik dari tulisan ini dengan tujuan bagaimana kita dapat membuat sebuah perspektif tentang kemitraan pemerintah dan masyarakat yang kononnya akan membawa nilai lebih bagi masa depan bangsa teristimewa masyarakat yang terpinggirkan (marginal) oleh karena arus globalisasi yang mulai mengganas dalam berbagai arasy kehidupan. Sebagai pejabat fungsional/Pamong Belajar dalam pengembangan dan ujicoba model yang merupakan salah satu tupoksi dari sekian tupoksi yang ada diatas pundaknya telah banyak kontribusi yang ditoreh dalam kehidupan masyarakat dalam berbagai produk program yang akan  merubah  dan  mentransformasikan  nilai-nilai      kehidupan     bagi masyarakat            dan bangsa       yang     dicintainya terutama masyarakat Flobamora tercinta. Dasar pemikiran ini seyogianya Perlu diresponi secara positif oleh setiap kita karena selaras dan sesuai dengan amanat dari salah satu pasal dan ayat UUD 1945 yang katanya/berbunyi : Setiap warganegara berhak mendapat kehidupan yang layak.

v       BILAMANA PAMONG BELAJAR  MAMPU MENOREH NILAI LEBIH SESUAI HARAPAN MASYARAKAT FLOBAMORA

Kemasyuran, Kemampuan dan Kesuksesan adalah merupakan tiga hal yang tak mungkin dimiliki oleh orang-orang yang patah arang atau orang-orang yang tidak memiliki obsesi(impian) untuk maju dan maju. Semakin seseorang berusaha bekerja giat maka pasti ia menjadi berhasil dan sebaliknya seseorang dikatakan akan gagal dan gagal apabila ia tidak mampu mengatasi tantangan yang ada. Seorang Pamong Belajar (Pejabat Fungsional) dengan sejumlah tugas yang melekat atau berada dipundaknya tentu itu merupakan panggilan tetapi sekaligus bisa dikategorikan sebagai tantangan yang mau tidak mau, suka tidak senang harus dijalani karena prioritas utama yang harus dijalani oleh seorang Pamong Belajar adalah melaksankan setiap tupoksi yang telah melekat pada jabatan tersebut dan setiap tupoksi yang dimainkan oleh pamong selalu bersentuhan langsung dengan masyarakat karena masyarakat merupakan sasaran bidik dalam setiap program. Pamong Belajar selain bekerja sebagai PNS (Pegawai Negeri Sipil) yang setiap hari menyita waktu dalam durasi yang cukup panjang ( 8 – 9 jam ) namun diluar waktu tersebut seorang PB/Pamong Belajar harus siap bekerja ekstra karena ada sejumlah program yang berada tersebar diluar gedung kantor dan diluar jam kantor/jam dinasyang senantiasa menunggu pamong belajar untuk bertandang sekaligus mengadakan pendampingan dan motivasi. tutorial dan fungsi lainnya. Bekerja dengan taat dan loyal terhadap setiap aturan pemerintah lewat sebuah kedisiplinan yang standar(biasa) merupakan hal yang wajar dan itu biasa-biasa saja dan memiliki nilai plus namun seorang pejabat fungsional (PB) yang rela menoreh sebuah karya nyata dalam berbagai dedikasi dan pengorbanan baik waktu, tenaga dan financial maka itu merupakan sebuah nilai lebih yang membanggakan baik terhadap jabatan yang disandang tetapi terlebih terhadap sasaran tembak tadi yakni masyarakat dapat menikmati output/hasil dari program yang dilaksanakan dilapangan.

v     PAMONG BELAJAR UNSUR PEMERINTAH,ABDI MASYARAKAT

Sebagai Pejabat Fungsional Pamong Belajar juga merupakan unsur pemerintah yang bertanggung jawab terhadap setiap program yang bersumber dari DPA- SKPD Setda NTT, Direktorat PTK – PNF Depdiknas RI maupun BPPNFI Regional IV Surabaya. Pemerintah Provinsi, Pemerintah Pusat lewat dana APBD I NTT maupun dana pembantuan lewat APBN telah mempercayakan kepada UPT PPNFI Dinas PPO Prov. NTT guna melaksanakan berbagai kegiatan yang sementara dan akan dilaksanakan di UPT PPNFI pada tahun anggaranl 2010 ini. Pamong Belajar diperhadapkan dengan sejumlah beban tugas yang akan dan sedang dilaksanakan dari ke tiga sumber pembiayaan tadi. Dipastikan bahwa setiap jenis kegiatan atau program telah dan akan dilaksanakan sebagaimana yang diharapkan baik oleh pemerintah daerah NTT maupun oleh pemerintah pusat dan smua kepercayaan  yang telah dituangkan lewat DPA-SKPD Setda NTT maupun setiap AKS ( Akad Kerja Sama ) yang telah atau akan dibuat lewat sebuah penilaian proposal akan menjadi PR yang cukup membebani pikiran dari pada para pamong belajar namun itu tidaklah menjadi hambatan bagi setiap pamong belajar bila ia ingin maju dan sukses selaku unsur pemerintah yang siap sedia melaksanakan tugas mulia yakni dapat menghasilkan model-model program yang berorientasi pada kepentingan serta kebutuhan masyarakat dan apabila output/hasil yang diharapkan oleh masyarakat mampu dijawab oleh pamong belajar selaku pencetus ide/gagasan maka tentunya tidaklah mengherankan apabila kelak dikemudian hari pamong belajar diberi apresiasi sebagai penghargaan sekaligus penghormatan setingginya atas karya dan baktinya dipersada NTT bahkan dapat menyaingi pamong belajar yang berada pada level nasional . Kiranya tulisan ini dapat diambil hikmahnya dan kiranya juga menjadi stimulan yang bermakna bagi kita. Kritikan dan koreksi dari pemerhati/pembaca diharapkan guna penyempurnaan selanjutnya.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: